9 Maret, 2007

Pesawat Gayuda Jatoh …

Kalo aku lagi mayes ketoyah, aku biasanya ikut kakek anterin Aldi naek mobil. Pas di mobil pagi itu aku dengeyin radio. Di radio di bilang katanya ada pesawat jatuh. Terus begitu aku sampe yumah lagi pagi itu juga, aku crita sama bundaku. Ehhhh bundaku habis gitu tertawa senang dan bahagia, (bukan karena denger kabar musibah itu), tapi bundaku seneng dengeyin aku yg lagi cerita. Bundaku terus kayaknya kasih tahu ayahku, kalo aku bisa ceyitain tentang kejadian itu.

Ayahku sampai di rumah malem banget, jam 8 kira-kira. Maklum ayahku kan cinta abis ama kantornya. Tapi skrg kantor ayah ada 2, aku gak tahu, mana yg sering didatengin.

Begitu ayah sampe di rumah, aku ditanya-tanyain sama ayah …

Ayah: Iyo, tadi emang ada kecelakaan ya?
Aku: bukan ayah … tadi pagi ada pesawat jatoooohhhhhh …

Ayah: ooohhhhh gitu? terus, kenapa kok jatuh?
Aku: hmmmm … pesawatnya tebakal …..
Aku (lagi): pilotnya banyak yang meni’ang (meninggal, red.)

Ayah: emang pilotnya ada berapa?
Aku: ada satu …

Ayah: kok pilotnya yang meni’ang banyak?
Aku: iya, yang menin’ang banyaaaaaak banget …

Ayah: terus, kejadiannya dimana Yo?
Aku: di Jogja …

Ayah: nama pesawatnya apa?
Aku: GAYUDA …

(ayahku geleng-geleng kepala ….) sambil bilang …. “kok kamu udah kayak jurnalis aja sih my maaaannnn” …

9 November, 2006

Kunjungan ke kantor Ayah …

Aku hari ini sedang mogok sekolah (lagi …). Jadi aku di rumah saja. Pagi tadi aku sempat menyandera ayah, agar dia tidak berangkat ke kantor. Tapi tampaknya ayah sedang buru-buru banget mau ke kantor, jadi tinggallah aku di rumah sambil menangisi keberangkatan ayahku ke kantor.

Tak lama, ayah menelpon bunda, bahwa di Ragunan, dekat kantor ayah sedang ada pelayanan perpanjangan SIM keliling katanya. Singkat cerita aku ikut bunda, dan karena tempat layanan itu dekat sekali dengan kantor ayah, aku minta ayahku supaya aku main ke dalam kantor ayahku.

Ayah jemput aku di depan bon-bin ragunan. Kemudian aku diajak masuk ke kantornya.Ternyata, wowwwww …. di dalam kantor ayah ada beberapa orang. Oleh ayahku, aku dikenalkan satu per satu siapa saja orang yang ada di ruang kantor ayahku.

Pertama sebelum masuk ruang kerja ayah, aku salaman dengan tante Sapta. Begitu masuk ruang kerja, aku salaman dengan Pakdhe Aripin, budhe Wiwin, budhe Maria dan Oom Tommy.

Tidak lama kemudian, ada teman ayah masuk ruang kerja ayah untuk ketemu dengan pakdhe Aripin. Setelah aku salaman, aku baru tahu, ternyata ini yang namanya Oom Firman … Oom yang terkenal “hanya memberi (ilmu) tak harap kembali” itu … Orangnya baik … (tidak sakit maksudnya :) ) …

Kemudian, masih ada lagi. Tiba-tiba masuk ruangan, dan ngomongin apa yang sedang terjadi di aula kantor ayah. Katanya sedang ada tes seleksi … (seleksi apa ya … kayaknya sebegitu hebohnya … ayah kayaknya gak pernah crita-crita ttg kehebohan itu sama aku soalnya … ‘au ah … itu kayaknya urusan oom-oom semua). Ternyata setelah aku salaman, aku baru ingat lagi, beliau ini yang namanya Oom Tumpal. Setelah itu beliau ajakin aku main laptop, nonton film.

Tak lama kemudian, bunda telpon ayah. Katanya perpanjangan SIM udah kelar, dan aku diajak ayahku turun ke bawah. Kemudian aku pamitan dan kiss-bye dengan semua orang di ruangan. Tapi kayaknya pakdhe Aripin sedang tidak ada di tempat … (salam aja buat pakdhe Aripin) …

(hmmmm kantor ayah keren … -paling tidak menurut aku lho- … bagaimana kalao menurut kamu? keren gak?) 

7 November, 2006

Back to School …

Aku hari ini telah kembali masuk sekolah, setelah sekian lama aku mogok tidak mau datang ke sekolah. Hari pertamaku kembali ke sekolah, aku ditemani oleh Ayahku, dan mobil remote kesayanganku.

Hari pertama ini aku sempat menangis di sekolah. Karena ada kakak kelas cewek yang sangat agresif, sehingga sempat mau memukul aku.

Ada ibu guru yang selalu dekat dengan anak itu, kemudian meminta maaf kepada Ayahku, karena ternyata anak itu memang terkenal terlalu kasar dan terlalu agresif. Makanya ibu guru itu selalu menjagai anak itu, konon kata Ayahku karena ibu guru itu khawatir anak itu mencakar anak yang dekat dengannya.

Ayahku kuminta menemaniku terus. Kalau perlu sampai jam sekolah bubar.

Tetapi Ayahku yang telah rela berlama-lama menungguiku di sekolah, akhirnya dengan alasan yang cukup persuasif, meminta ijin kepadaku untuk meninggalkan aku di sekolah bersama mbak Yani. Akhirnya kuijinkan Ayahku pergi ke kantor tetapi dengan sebuah hadiah, yaitu susu murni nasional.

Setelah itu, Ayahku membelikan susu murni nasional, dan kemudian aku cium tangan dan pipi Ayahku sambil bilang …‘lamlikuuuuuummmm:)

Ayah kemudian pergi meninggalkanku, untuk segera berangkat ke kantor. Sebuah kantor yang Ayahku kelihatannya cinta mati dengan kantor itu … :) … aku tahu bahwa Ayahku cinta mati dengan kantornya, karena Ayahku punya semboyan :) … “jangankan hanya waktu yang diminta kepada Ayahku, harta dan jiwa sekalipun rela diberikan kepada kantornya bila memang kantor Ayahku meminta …” …. (hmmm emang Ayahku kerjanya di kantor apa ciiiiihhhh) …… :)

30 Oktober, 2006

Berhari raya …

Lebaran hari pertama, ayahku terkagum-kagum dengan aku. Masalahnya, semua temenku dapet uang lebaran dari semua orang tua yang kita kunjungi. Ayahku kagum karena aku selalu menolak kepada siapapun yang coba-coba kasih aku uang.

Ayahku bilang kepada temen dan saudara-saudaranya, barangkali aku adalah contoh ideal untuk pemberatasan korupsi :) Kata ayahku, aku selalu menolak pemberian gratifikasi. Apa ya gratifikasi itu hihihih

Tapi kemudian, hari lebaran kedua aku sudah tidak lagi menolak uang-uang lebaran itu :) Bayangin aja, masa semua temenku dapet uang begitu banyak, sedangkan aku gak dapet apa-apa walaupun ikut keliling kesana kemari.:(

Minal aidin wal faidzin …

(kata ayahku: wah, mungkin semua orang jujur di Indonesia nasibnya kayak begini kali ya. Terpengaruh lingkungan kanan kiri, akhirnya, ya sudah, ikut deh dengan lingkungan)

18 Oktober, 2006

Lagi mogok ketoyah …

Aku lagi mogok ketoyah* nih. Ayah dan bundaku mungkin bingung kali ya, kenapa aku gak mau ketoyah. Sudah sebulan aku enggak mau ketoyah.

Tapi, meskipun aku enggak mau ketoyah, aku masih suka diajak maen ayahku ke tempat-tempat yang ada prosotannya. Kadang di TK Batan atau TK Hang Tuah. Ayahku sebelum berangkat ke kantor, masih menyempatkan diri, ajakin aku puter-puter pakai motor.

Kadang pagi-pagi juga ayah sudah ajakin aku nyiramin taneman. Ayahku nyiram adenium koleksinya, kalau aku nyiramin satu pot aglonema punyaku.

Hmmmm … kapan-kapan deh, aku kalau udah pingin ketoyah lagi, baru minta ayahku anterin aku ke TK Yasporbi.

Mungkin oom dan tante ada yang tahu, hayoooo kenapa aku gak mau ketoyah … :)

*) ketoyah is sekolah.

27 September, 2006

Finding Ramiro

Sabtu malam yang lalu, aku minta ayahku untuk keliling-keliling pakai mobil. Ayahku kemudian membawaku ke Cilandak Mall (cimol). Sesampai disana, aku diajak main-main sebentar di McD, prosotan. Kemudian, naik ke atas ke tempat arena bermain, dan akhirnya sampailah di lantai bawah, Superindo super market. Aku minta dibelikan jeyuk (jeruk). Sesampai di kasir, aku minta supaya antrinya pakai troli, ayahku bilang tidak perlu, kan cuman beli jeyuk seplastik saja. Aku kemudian lari meninggalkan ayahku, untuk ambil troli. Ayahku mengikuti tapi sambil jalan, tidak lari.

Beberapa lama kemudian, aku kehilangan ayahku. Ku cari kemana-mana tidak ketemu. Bahkan ayahku ternyata juga mencariku sampai lapor ke satpam segala. Aku menangis, sampai akhirnya seorang pramuniaga membawaku untuk membantu mencari ayahku.

Kira-kira 5 menit kemudian, baru lah aku ketemu ayahku. Aku menangis dan segera minta pulang.

Kata ayahku, selama beberapa menit ia ketakutan dan khawatir karena harus Finding Nemo Ramiro. :-(

Alhamdulilah kita bisa ketemu lagi, dan aku berjanji kepada ayahku untuk tidak meninggalkan ayah-bundaku apabila sedang berada di tempat keramaian.

Sebelum aku pulang dengan ayah, kami berdua ketemu dengan Oom Dwi Kardono temennya ayah. Orangnya nyedulur banget ….. :-)


powered by performancing firefox

19 September, 2006

Berguru dengan oom Firman

Wah, setelah ayahku ngobrol-ngobrol dengan oom Firman, banyak sekali masukan dan pembelajaran yang didapat dari oom Firman, terutama untuk mengedit image dan meng-uploadnya. Kata ayahku, ngobrol dan belajar dengan oom Firman, mengingatkan ayahku pada sebuah lagu, yang salah satu liriknya berbunyi, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia … :-) Tiada kata yang pantas diucapkan, kecuali do’a semoga Alloh senantiasa melimpahkan kebahagiaan kepada oom Firman, Amin.

17 September, 2006

Film kesukaan

Finding Nemo

Aku suka sekali film ini. Serasa, Nemo itu gue banget gitu lhoh! Tapi ayahku tidak seperti Dady-nya Nemo, ayahku lebih wise deh kayaknya … :) Tapi bukan hanya itu, aku menyukai film ini, karena aku suka dengan beberapa adegan dan dialog yang ada dalam film ini, yaitu:

  • waktu Nemo sama Dady-nya keluar rumah untuk menuju sekolah, in first day school. Di tengah perjalanan, ada ikan warna merah yang tiba-tiba menghentikan ikan-ikan lain, agar supaya Nemo ama Dady-nya lewat. Aku suka sekali karena kaya lampu merah di pertanian (Deptan Ragunan maksudnya), sewaktu aku sama ayahku naik mobil dan berhenti di perempatan jalan. Cool!

  • waktu Nemo baru pertama kali ketemu gurunya (ikan pari). Waktu dikasih pertanyaan tentang sains, Nemo gak bisa jawab … Nemo cuman bilang …”hmmnene mene nememe …” …. hehehehe aku selalu menunggu-nunggu dialog itu, karena lucu sekali.

  • Terus yang terakhir, aku suka sekali pas adegan Nemo bersama 3 ikan temannya, menjelang Nemo ditangkap sama Ondeng-ondeng (ondeng-ondeng adalah “ondel-ondel”, istilah yang biasa aku pakai untuk menyebut sesuatu yang jahat). Di situ ada anak cumi-cumi yang didorong (dijorokin) oleh temannya, sehingga dia refleks dan mengeluarkan tinta … sambil berkata “ina-ini-iiiyyyyy”. Hehehe … tapi kata ayahku, sebenarnya si cumi kecil itu berkata “you guys made me ink …!” gitu.

Cars

Cars artinya embin (mobil) kata ayahku. Kata ayahku juga, yang memproduksi film Cars ini sama dengan yang bikin film Nemo, yaitu PIXAR. Makanya keyen … (keren maksudnya).

Aku suka sekali embin, makanya aku suka film ini, walau gak peduli dengan ceritanya. Soalnya, semua pemainnya adalah embin. Adegan yang paling aku suka, cuman ada satu, sewaktu balapan, si Lightning Mc Queen sempat ‘terbang’ sambil melet (menjulurkan lidahnya). Nah itu tuh, aku paling suka hehehehe. Masa ada embin bisa terbang ya? Huehehehe kalo embin ayah juga bisa terbang, enak dong. Bisa maen ke rumah Oom Agung yang sekarang katanya udah jauh … kata ayahku, Oom Agung sekarang tinggalnya di dekat rumah dokter gigi yang punya akuarium tempat Nemo disekap hihihi

Baidewai, aku punya lho replika Lightning Mc Queen. Dibeliin sama Bundaku di Kiteten (Kidstation – maksudnya) Pondok Indah.

Thomas and Friends

KeretaNah, tahu gak ini film apa? Ini film tentang kereta api. Tahu kan, rumahku kan deket sama rel kereta api, jadi saking sukanya aku dengan kereta api, dulu waktu aku masih kecil, tiap pagi dan sore aku diajak ayahku liat kereta api yang lewat deket rumah.

Thomas ini adalah nama lokomotif. Teman-temannya ada banyak. Ada Toby, Gordon, Percy, Henry, Harold si helikopter, dan lain-lain.

Di rumah aku punya replikanya juga, tapi cuman ada Thomas dan Toby aja.

Cerita yang ada di Thomas and friends macem-macem, yang jelas suka dan duka kereta api di Inggris.

Tweenies

Aku suka film ini, isinya sekelompok anak-anak yang bermain-main. Yang aku punya di rumah seri “time to sing” kalo gak salah. Jadi isinya mereka nyanyi-nyanyi. Waktu aku masih kecil dulu, aku paling suka nonton film ini dibanding nonton film-film yang lain.

Film-film yang lain masih banyak, ada Teletubies, Tom and Jerry, Sesame Street dan lain-lain. Tapi yang paling aku suka, dan saking seringnya ditonton sampe DVD nya pada rusak, Finding Nemo dan Cars.

24 Agustus, 2006

Happy Birthday Fashtia

Hari ini, adikku tercinta, Maheswari Fashtia Insansi, Ulang Tahun yang ke-1. Aku, Bunda dan Ayah, ucapin selamat ulang tahun teriring doa semoga dede Fashtia sehat selalu, panjang umur dan cepat besar. Amin.

Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday to youuuuu …… teeeesssssssssssssssssssssss …. :-) :-) :-)

23 Agustus, 2006

Aglonema

Selama liburan panjang, yang berbarengan dengan 17-an lalu, aku diajari oleh Ayahku berkebun. Tanaman yang pertama aku tanam di pot adalah pohon Aglonema.

Ayahku mengajari aku untuk menyayangi tanaman. Katanya, setiap sore aku tidak boleh lupa untuk menyiram tanaman Aglonema itu. Aglonema itu aku letakkan dibawah pohon mangga yang dulu juga ditanam oleh Ayah. Karena, menurut ayahku, aglonema tidak terlalu suka dengan sinar matahari langsung. Beda dengan Adenium, pohon indah yang menjadi koleksi ayahku.

Kini aku setiap sore, menyirami sebuah pot yang berisi Aglonema.